BAB
1
GAMETOGENESIS
Gametogenesis
merupakan proses perubahan bakal sel kelamin (bsk) menjadi sel kelamin (gamet)
yang terjadi di dalam kelenjar kelamin (gonad). Sel gamet terdiri dari gamet
jantan (spermatozoa) yang dihasilkan di testis, gamet betina (ovum) yang
dihasilkan di ovarium dan gamet banci yang dihasilkan di ovotestis contoh hewannya
bekicot dan cacing. Gametogenesis
meliputi spermatogenesis (pembentukan spermatozoa atau sperma) dan oogenesis
(pembentukan ovum).
Proses menghasilkan gamet matang sehingga mampu
membuahi disebut gametogenesis, yang dibagi atas dua macam, yaitu :
- Spermatogenesis yaitu proses pembentukan sperma
- Oogenesis yaitu proses pembentukan ovum
Gametogenesis terdiri atas 4 tahap sebagai
berikut :
1. Tahap perbanyakan (proliferasi), dimana gametagonium
akan membelah secara mitosis berulang-ulang.
2. Tahap pertumbuhan, dimana gametagonium ini
akan tumbuh menjadi gametosit I.
3. Tahap pematangan, gametosist I akan mengalami
tahap pematangan yang berlangsung secara meiosis. Akhir meiosis I akan
menghasilkan gametosid II, dan pada akhir meiosis II terbentuk gametid.
4. Tahap perubahan bentuk (transformasi), gamet
akan berubah menjadi gamet.
A. Asal
dan migrasi bakal sel kelamin
Meskipun
pada kebanyakan hewan plasma germinal masih belum diketahui, tetapi sel-sel
yang akan membentuk gamet (bsk) sudah dapat diketahui pada tahap awal
perkembangan embrio hewan. Pada hewan tertentu (seperti amfibi, anura),
dimana plasma germinalnya telah diketahui sejak awal, maka mengikuti asal
mula bsk dan migrasinya dengan mudah dapat dilakukan. Sedangkan pada amniota
(seperti burung, reptil, dan mamalia) plasma germinal tidak dapat diketahui
tetapi bsk dapat diidentifikasi di antara sel-sel endodermal didalam yolk
atau kantung yolk. Sel-sel ini mudah dikenal karena ukurannya yang besar
dan sitoplasmanya jernih. Selain bsk mempunyai ciri histokimia khas yaitu
pada mamalia mempunyai aktivitas fosfatasa alkanin yang tinggi dan pada burung
mempunyai kandungan glikogen yang tinggi.
Hasil
menunjukkan bahwa migrasi bsk menuju gonad disebabkan oleh adanya atraktan kimia
yang terdapat pada gonad. bsk yang berimigrasi keluar gonad biasanya akan mati,
tetapi dapat juga menyebabkan tumor (teratoma).
Jumlah bsk meningkat selama
migrasinya menuju gonad. Pada mencit misalnya bsk meningkat dari 100 menjadi
lebih kurang 5000 selama migrasinya menuju gonad. Namun demikian
peningkatan jumlah bsk terutama terjadi di dalam gonad.
Bsk
anura berasal dari daerah kutub vegetal zigot, dan embrionya; yang kemudian
melalui proses gastrulasi berada di lapisan endoderm, akhirnya bermigrasi
secara amuboid ke dalam gonad. (lihat gambar 2.1)

Gambar 2.1
Asal Bsk dan Migrasinya pada Anura

Gambar 2.2
Asal dan Migrasi bsk (Bulatan Hitam) pada Embrio Ayam
Meskipun bsk ini
biasanya berhubungan dengan endoderm, tetapi tidak berarti bsk selalu berasal
dari lapisan endoderm. Pada urodela (salamander) bsk berasal dari lapisan mesoderm;
sedangkan pada ayam, bsk berasal dari lapisan epiblas (ectoderm).
Bsk mamalia
berasal dari endoderm kantong yolk di wilayah posterior dekat Allantois, yang
bermigrasi ke gonad secara amuboid.
B.
Proliferasi bsk secara mitosis
Selama bsk bermigrasi maka bsk akan
membelah secara mitosis tetapi laju proliferasi bsk lebih cepat terjadi sewaktu
berada di dalam gonad sehingga jumlahnya bertambah banyak. Gonad embrionik mula-mula hanya
mengandung sedikit sel germinal dan di dalam gonad ini sel germinal melakukan
pembelahan secara mitosis. Sel germinal yang aktif bermitosis ini disebut
oogonium (pada betina) atau spermatogonium (pada jantan).
Terdapat perbedaan pola aktivitas sel germinal pada jantan
dan betina. Misalnya aktivitas mitosis sel germinal pada tubuh wanita paling
tinggi terjadi ketika ia masih dalam kandungan, yaitu pada umur kehamilan bulan
kelima atau keenam. Pada saat ini populasi oogonia mencapai ±7 juta .
Selanjutnya oogonium akan menjadi oosit dan jumlahnya mulai menurun yang
disebabkan oleh atresia. Pada embrio umur kehamilan 7 bulan, semua oosit telah
mencapi tahapan profase I. Hal ini berarti tahap proferalisasi sel germinal
telah berakhir. Berbeda dengan mamalia (manusia), tahap proliferasi bsk pada
kebanyakan betina vertebrata rendah seperti ikan dan amfibia, terjadi sepanjang
siklus hidupnya.

Gambar 2.3 Tempat Asal bsk pada
Embrio Manusia Umur 24 hari.
C. Meiosis
Meiosis adalah proses
pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel kelamin dari organisme yang mengadakan
reproduksi secara generatif atau seksual.
Proses
meiosis terjadi pada dua tahap yaitu meiosis I dan meiosis II yang dikenal
dengan pembelahan reduksi sebab hasilnya merupakan gamet yang haploid.
Peristiwa yang berlangsung saat meiosis
I adalah sebagai berikut:
1.
Profase 1
Tahap
ini terbagi menjadi beberapa tahap lagi sebagai berikut:
- Leptoten : pada awal tahap ini di dalam inti masih tampak kromatin yang diad.
- Zygoten : pada tahap ini sudah tampak kromosom, dan yang homolog mulai saling mendekat.
- Pachyten : tahap ini sudah tampak kromosom tetrad, memungkinkan terjadi pindah silang.
- Diploten : pada tahap ini pindah silang sudah selesai, gelendong pembelahan mulai tampak dan selaput inti mulai terurai

Gmbar 2.4 Skematis Proses Meiosis
- Diakinesis : pada tahap ini gelendong pembelahan selesai dibentuk, selaput inti tidak tampak lagi disitoplasma dan kromosom tetrad mulai ditarik ke bidang ekuator.
2.
Metafase 1
- Tetrad terletak pada bidang pembelahan sel/ekuator
3. Anafase 1
- Tetrad memisah menjadi dua kromatid, lalu masing-masing bergerak ke kutub sel yang berlawanan
4.
Telofase 1
- Kromosom yang terdiri dari dua kromatid sampai di kutub sel
- Membran inti dan nukleolus muncul
- Terjadi sitokinesis
- Kromosom berubah menjadi benang kromatin
- Benang spindel lenyap
Pada
telofase 1 ini sel hasil pembelahan telah memiliki separo jumlah kromosom sel
induk (haploid). Itu sebabnya Meiosis
I sering disebut pembelahan reduksi karena ada pengurangan kromosom dari
2n —> n.
Peristiwa yang berlangsung saat
meiosis II adalah sebagai berikut:
1.
Profase
2
- benang kromatin berubah menjadi kromosom (yang terdiri dari dua kromatid)
- membran inti dan nukleolus lenyap
- berbentuk benang spindel
2. Metafase 2
- Kromosom yang terdiri dari dua kromatid terletak di bidang pembelahan sel/ekuator
3. Anafase 2
- Kromosom yang terdiri dari dua kromatid memisah, lalu masing-masing bergerak ke kutub sel yang berlawanan
4. Telofase 2
- kromosom sampai di kutub sel
- membran inti dan nukleolus muncul
- benang spindel lenyap
- terjadi sitokinesis
- terbentuk 4 sel yang haploid
Pada pembelahan Meiosis II tidak ada
perubahan struktur kromosom, jadi semula n (haploid) pada akhir pembelahan
tetap n. Oleh karena itu Meiosis II
sebenarnya sama dengan Mitosis.
D. Spermatogenesis
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma.
Spermatogenesis terjadi di testis. Di dalam testis terdapat tubulus
seminiferus. Dinding tubulus
seminiferus terdirir dari jaringan
epitel dan jaringan ikat, pada jaringan epithelium terdapat sel-sel
spermatogonia dan sel sertoli yang berfungsi membedakan masa pubertas,
spermatogonia membelah diri secara mitosis sehingga menghasilkan lebih banyak
spermatogonia.
Spermatogenesis
merupakan proses perbanyakan (prroliferasi) spermatogonia secara mitosis,
proses ini dimulai pada masa embrio sampai mencapai jumlah tertentu, sehingga
sewaktu individu jantan itu menetas/lahir akan membawa sejumlah spermatogonia.
Spermatogenesis
berlangsung di dalam testis, tepatnya di dalam duktus semiferus. Pada mulanya,
di dalam tubulus seminiferous embrio laki-laki hanya ada 2 macam sel yakni, sel
induk atau sel punca (stem cell)
besar yang akan berproliferasi secara mitosis membentuk spermatogonia, dan sel
kecil yang belum berspesialisasi. Pada waktu spermatogenesis berlangsung,
sebagian sel tetap berupa sel punca sedangkan yang lain berdiferensiasi selama
pembelahan meiosis.

Gambar 2.5
Diagram Ringkasan Tahap Spermatogenesis pada Manusia
Pada
fase awal spermatogenesis, spermatogonium bersifat diploid (2n). Secara
mitosis, pembelahan pertama terjadi pada saat masa pubertas, setelah masa
pubertas spermatogonium akan mengalami pembelahan meiosis, spermatogonium akan
berubah menjadi spermatosit primer (2n), spermatosit primer membelah menjadi
spermatosit sekunder secara meiosis (Meiosis I). Jumlah spermatosit sekunder
ada dua, sama besar dan bersifat haploid (n). Melalui fase meiosis II,
spermatosit sekunder membelah diri menjadi empat spermatid yang sama
bentuk dan ukurannya. Selanjutnya, spermatid berkembang menjadi sperma matang
yang bersifat haploid (n).
Meiosis
Setelah spermatosit I melalui tahap
interfase maka sel yang diploid itu siap memasuki tahap meiosis I. Setelah
menyelesaikan meiosis I setiap spermatosit I menghasilkan dua spermatosit
sekunder (spermatosit II) yang haploid (setiap kromatin sebagai diad). Kemudian
setiap spermatosit II pada akhir meiosis II menghasilkan dua spermatid yang
haploid (setiap kromatin sebagai monad). Berarti setiap spermatosit I yang
bermeiosis akan menghasilkan empat spermatid.

Gambar
2.6 Diagram yang Menjelaskan Pembentukan Sperma Secara Serentak
Awalnya spermatogonium melakukan
pembelahan secara meiosis, terus melakukan pembelahan sampai terbentuk individu
yang dihasilkan. Individu yang dihasilkan tetap sel sperma.
Spermiogenesis/metamorfosa/spermateleosis
Selanjutnya spermatid mengalami
perubahan-perubahan bentuk selama terjadinya proses transformasi.awalnya spermatid
tampat sebagai benang yang halus lalu tersebar merata, kemudian cairan inti
mulai berkurang, maka ukuran inti akan mengecil dan kromatin memadat, bentuk
inti dari bulat menjadi oval, hal ini berlangsung secara bertahap-tahap sampai
terbentuk kepala sperma.

Gambar
2.7 Skema Proses Spermiogenesis
Proses spermiogenesis pada fase awal
terdapat badan golgi, mitokondria dan nukleus. Pada saat fase kedua terdapat vesikel
dan granula, sentriol dan flagella. Pada fase ketiga terdapat sentriol dan
flagella. Fase keempat mulai kelihatan bentuk sperma walaupun sedikit kecil.
Kemudian pada fase kelima terdapat mikrotubulus dan golgi. Pada akhir
spermiogenesis terbentuklah sperma yang mempunyai bentuk yang sangat spesifik.
Setiap sel sperma memiliki tiga bagian seperti ekor yang mengandung inti dan
akrosoma. Bagian tengah yang mengandung flagel bagian proksimal, sentriol
mitokondria. Dan ekor yang mengandung flagel bagian distal.

Gambar
2.8 Skematis Sayatan Transversal Tubulus Seminiferous
Pada gambar diatas terdapat bagian dari
benang-benang panjang dibagian itu terbentuk sel sperma. Pada bagian yang bulat
seperti rongga didalamnya terdapat isi sel sperma.

Gambar 2.9 Bentuk Skematis Beberapa Sperma
Vertebrata
Pada gambar diatas menunjukkan gambar
sel sperma baik manusia maupun hewan vertebrata. Pada sel sperma manusia
bentuknya bervariasi ada yang panjang dan bulat. Sel sperma laki-laki lebih
banyak jika pada manusia yang normal hanya satu sedangkan jika pada hewan sel
sperma yang dimilki hewan tersebut beribu-ribuan.
- Oogenesis
Oogenesis adalah proses pembentukan ovum
matang dari oogonium pada wanita. Ini terjadi di ovarium. Selama oogenesis,
sebuah Oogonium atau telur ibu sel diploid mengalami peningkatan ukuran dan
akan berubah menjadi oosit primer diploid. Oosit primer diploid ini mengalami
pembelahan meiosis pertama yaitu, meiosis I atau divisi reductional untuk
membentuk dua sel haploid yang tidak sama. Sel yang lebih kecil dikenal sebagai
badan kutub pertama, sementara sel yang lebih besar dikenal sebagai oosit
sekunder. Oosit sekunder ini mengalami pembelahan kedua yaitu meiosis, meiosis
II atau divisi equational dan menimbulkan tubuh polar kedua dan ovum. Oleh
karena itu, dalam proses oogenesis, sebuah Oogonium diploid menghasilkan ovum
haploid tunggal sementara dua atau tiga badan polar yang dihasilkan.
Oogenesis adalah proses pembentukan
ovum, berasal dari oogonia yang diploid menjadi ovum yang haploid. Oogenesis
bervariasi sesuai cara reproduksi suatu spesies hewan. Hewan yang melakukan
fertilisasi di luar tubuh (fertilisasi eksternal, pasti di air), jumlah telur
yang dilepaskan berkisar antara ratusan sampai ratusan ribu telur. Sebaliknya
hewan yang melakukan fertilisasi internal, produksi telur lebih sedikit,
umumnya hanya satu sampai beberapa dan jarang sampai 15 telur dalam setiap masa
berelur. Variasi telur dalam hal ukuran, berkaitan dengan perkembangan calon
individu baru, setelah telur difertilisasi, akan terjadi di dalam atau luat tubuh induknya.
Meskipun adanya persamaan antara
spermatogenesis dan oogenesis, yakni keduanya mengalami pembelahan meiosis,
akan tetapi rincian proses dan produknya sangat berbeda. Perbedaan ini
berkorelasi dengan fungsi terspesialisasi dari kedua jenis gamet tersebut.
Spermatozoa harus dapat bergerak dan mendatangi ovum di dalam saluran
reproduksi, sedangkan ovum harus mengandung substansi nutrisi untuk embrio yang
akan terbentuk setelah terjadi fertilisasi, sehingga volume ovum besar dan
pasif tidak dapat bergerak sendiri.
Oogenesis berbeda dari spermatogenesis
dalam tiga hal penting. Pertama, selama pembelahan meiosis oogenesis,
sitokinesis bersifat tidak sama, hampir semua sitoplasma dimonopoli oleh satu
sel anak, yaitu oosit sekunder. Sel besar tersebut dapat terus berkembang
menjadi ovum. Produk lain meiosis yaitu sel yang lebih kecil yang disebut badan
polar akan mengalami degenerasi. Hal
tersebut berbeda dengan spermatogenesis, ketiga keempat produk meiosis I dan II berkembang menjadi sperma
yang dewasa. Kedua, sementara sel-sel asal sperma berkembang terus membelah
melalui mitosis sepanjang hidup laki-laki, hal ini tidak berlaku bagi oogenesis
pada betina. Saat lahir, ovarium telah mengandung semua sel yang akan berkembang
menjadi sel telur. Ketiga, oogenesis mempunyai periode “istirahat” yang
panjang, berlawanan dengan spermatogenesis yang menghasilkan sperma dewasa dari
sel prekursor dalam urutan yang tidak berhenti.
Oogenesis
terjadi pada spesies dengan reproduksi seksual, dan keseluruhan tahap belum
matang sel telur. Untuk matang, sel telur melewati lima tahap pada mamalia.
Oogonium, Oosit primer, Oosit sekunder, Ootid, dan Ovum
Umumnya
spesies yang mengalami reproduksi seksual, sel telur mengandung setengah materi
genetik dari individu dewasa. Reproduksi yang terjadi disaat sel telur dibuahi
oleh gamet jantan, atau sperma. Sperma berisi setengah bahan genetik dari
individu yang matang, sehingga embrio yang dibentuk oleh fertilisasi berisi set
lengkap materi genenik, setengah sel telur dan setengah dari sperma.

Gambar 2.10 Folikel Ovaria Mamalia
(A)
Diagramatis
tahap-tahap perkembangan folikel ovaria
(B)
Mikrofag
scanning electron folikel matang
milik tikus
Oogenesis yang difokuskan pada
mamalia meliputi tiga tahapan yaitu :
1. Proliferasi ( perbanyakan )
Tahap
perbanyakan (proliferasi) berlangsung secara berulang-ulang. Gametogonium (sel
induk gamet/ pada betina disebut oogonium) membelah menjadi 2, 2 menjadi 4, 4
menjadi 8 dan seterusnya.
Sel benih
primordial berdiferensiasi menjadi Oogonium, lalu mengalami proliferasi untuk
membentuk oosit primer , siap memasuki periode tumbuh. Pada mamalia masa
proliferasi terjadi dalam kandungan induk.

Gambar
2.11 Bagan Tahap-tahap Oogenesis, Sejak Pralahir Sampai Paska Lahir dan Ovulasi
Pada
gambar diatas jelah bahwa proses oogenesis dilakukan bertahap-tahap. Semua
dalam proses mitosis membelah sampai ia lahir dan terbentuk oosit primer, oosit
primer berkembang pada masa pubertas. Selanjutnya akan mengalami meiosis I dan
terbentuk lagi oosit primer dan melakukan pembelah terus-menerus. Jika pada
meiosis akan terjadi ovulasi maka oogenium hanya satu yang akan dihasilkan.
2. Meiosis
Sejak
masa reproduksi (matang seksual atau pubertas), secara periodic satu atau
sejumlah oosit I yang ditahan pada tahap diploten akan melanjutkan meiosis I. setiap
oosit I (diploid,tetrad) yang menyelesaikan meiosis I menghasilkan satu sel
yang mendapat hamper semua sitoplasma disebut oosit II/oosit sekunder
(haploid,diad) dan satu lagi yang mendapat sangat sedikit sitoplasma disebut
badan polar sedangkan setiap oosit II yang menyelesaikan meiosis II akan
menghasilkan satu ovum/sel telur (haploid,monad) yang mendapat hampir semua
sitoplasma, sedangkan yang satu lagi disebut badan polar II (haploid, monad).
Pada tahap
pertumbuhan ini Oogonium akan tumbuh membesar menjadi oogonium I.
Pertumbuhan
sangat memegang peranan penting,karena sebagian besar dari substansi telur
dipakai dalam perkembangan selanjutnya. Diferensiasi juga terdapat pada
periode tumbuh (spermatogenesis: diferensiasi terjadi setelah pemasakan).

Gambar
2.12 Ringkasan Tahap Oogenesis pada Manusia

Gambar 2.13 Skematis Ultrastruktur
Hubungan Antara Oosit dan Sel-sel Folikel di dalam Ovaria Mamalia
ZR = Zona Radiata MV = Mikrovili

Gambar 2.14 Skematis Ultrastruktur
Zona Pelusida yang Menyelaputi Sebuah Oosit di dalam Folikel Matang
3. Pematangan
Pada
proses ini terdapat 2 kali pembelahan meiosis. Setelah terjadi fase
pertumbuhan, oogonium I mengalami tahap pematangan, yang berlangsung secara
meiosis. Akhir meiosis I terbentuk oogonium II, dan akhir meiosis II terbentuk
ootid.
Mamalia umumnya mengovulasikan
oosit II tahap metaphase II, selanjutnya bila oosit II ini dipenetrasi oleh
sperma (inti sperma masuk ke dalam sitoplasma oosit II), maka oosit II akan
menyelesaikan meiosis II. Bila tidak terjadi penetrasi oleh sperma maka oosit
II akan degenerasi dalam waktu sekitar 24 jam.

Gambar
2.15 Tahap Telur diovulasikan dan dipenetrasi oleh Sperma pada Beberapa Jenis
Hewan

Gambar
2.16 Diagram yang Menjelaskan Proses Ovulasi Oosit II Mamalia
Diperlihatkan Saat Stigma Pecah dan Oosit II
diotak Keluar Oleh Cairan Folikel/Cairan Antrum, Ovulasi Terjadi Sekitar Satu
Sampai Dua Detik
F. Susunan Telur
Oosit melakukan sintesis berbagai
senyawa dan disimpan di dalam ooplasmanya, sehingga terbentuklah suatu pola
organisasi di dalam sel telur, disebut polaritas telur. Dalam hal polaritas
telur dikenal kutub anima dan kutub vegetal (kutub vegetatif). Inti sel telur
lebih dekat ke kutub anima (wilayah atas), sementara yolk sebagai bahan
cadangan nutrisi untuk perkembangan embrio ditimbun di kutub vegetal (wilayah
bawah). Yolk (kuning telur) merapakan cadangan untuk perkembangan embrio
spesies hewan tertentu. Berdasarkan jumlah dan cara penyebaran yolk, telur
dibedakan atas beberapa tipe telur.
1. Telur isolesital/homolesital/oligolesital
Tipe telur ini disebut juga Homolesital. Tipe telur ini, penyebaran yolk atau cadangan makanannya tersebar merata diseluruh ovum dan jumlahnya sedikit dengan nukleus atau intiselnya berada ditengah. Jadi inti selnya dikelilingi oleh cadangan makanannya. Tipe telur ini terdapat pada Amphioxus, Echinodermata, Mollusca, Annelida dan Mamalia.
- Telur telolesital
Jumlah
yolk agak banyak (lebih banyak, daripada isolesital) dan penyebarannya tidak
merata, yolk terkumpul di wilayah kutub vegetal sehingga di wilayah kutub anima
mengandung lebih banyak ooplasma. Contoh telur Amfibia.
Yolk terkonsentrasi pada satu kutub disebut kutub
vegetal sedangkan kutub yang berlawanan (konsentrasi rendah) kemudian disebut
kutub anima.
- Telur megalesital (telolesital ekstrim)
Yolk banyak sekali yang tersebar hampir semua bagian
telur, sehingga inti sel berada terdesak dibagian ujung/atas dari ovum dan
sitoplasmanya sedikit. Kutub vegetatifnya besar sedangkan kutub animalnya
sangat kecil. Tipe telur ini terdapat pada Reptilia dan Aves.
- Telur sentrolesital
Yolk
terkonsentrasi di bagian tengah dan ooplasma tampak sebagai selaput tipis di
wilayah permukaan dengan pulau-pulau sitoplasma. Contoh telur Arthropoda.
5. Lapisan
korteks telur
Lapisan
korteks telur adalah lapisan plasma yang terletak di bagian sisi dalam membran
telur. Pada lapisan korteks terdapat struktur khusus yang berperan penting saat
fertilisasi, disebut granula korteks.
6. Selaput
telur
Oosit
membentuk beberapa macam selaput yang berfungsi sebagai pelindung dan sebagai
pengenal sperma sesame spesiesnya. Ada telur yang menghasilkan selaput khusus
di antara permukaan membran selnya dengan membran sel-sel folikel. Pada telur Moluska,
serangga, Amfibia, Aves, disebut membrane vitelin; pada telur Pisces disebut korion;
pada telur Mamalia disebut zona
pelusida.
Ada
pula selaput tambahan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar pada dinding
saluran telur, seperti selaput lendir pada telur Amfibia, putih telur dan
cangkang telur pada telur Reptil dan Aves.

Gambar 2.17 Diagram Struktur Ovum Aves
yang Masih Terdapat di dalam Ovarium

Gambar 2.18 Diagram
Struktur Telur Ayam pada saat dikeluarkan dari Tubuh Ayam
Pertanyaan :
1. Tuliskan
bagaimana asal dan migrasi bakal sel kelamin ?
2. Jelaskan
proliferasi bsk secara mitosis ?
3. Jelaskan
bagaimana proses dari meiosis ?
4. Jelaskan
proses dari spermatogenesis ?
5. Jelaskan
proses dari oogenesis ?
6. Tuliskan
bagaimana susunan sel telur ?
DAFTAR
PUSTAKA
A
Campbell, Neil. dkk. 2004. Biologi. Jakarta
: Erlangga
Bonnu,
Heni. 2015. Kutub vegetal dan kutub anima. https://www.academia.edu/6532212/Cleavage.
Diakses pada tanggal 2 oktober 2015
Slamet,
Adeng. dkk. 2007. Perkembangan hewan.
Palembang : Prodi Pendidikan Biologi
FKIP Unsri
Yatim,
Wildan. 1982. Reproduksi dan Embryologi.
Bandung : TARSITO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar